Friday, October 10, 2008

Waspadai Terinfeksi Virus Halaman YouTube Palsu


Pengguna Internet umumnya tahu bahwa mengunduh (download) software komputer yang berasal dari sumber tidak jelas adalah salah satu bahaya yang harus dihindari. Software tersebut biasanya sengaja dibuat hacker untuk menyebarkan virus dan malware ke komputer korbannya.

Namun, tidak jarang banyak pengunjung situs Internet yang tak sadar melakukannya saat asyik berselancar mencari informasi yang dibutuhkan. Pembuat software jahat tersebut mengelabui pengunjung dengan situs palsu yang mirip dengan situs aslinya sehingga pengunjung tidak sadar sedang dijebak.

Modus terbaru yang digunakan penjahat maya adalah dengan membuat jiplakan situs YouTube. Untuk menarik pengunjung ke situs tersebut, pelaku menyebarkan hyperlink melalui email spam secara acak yang mengiming-imingi video menarik.

Saat korban tertarik untuk mengeklik link tersebut, mereka akan diarahkan ke situs YouTube palsu. Namun, saat video yang diinginkan dijalankan, muncul pesan error dan peringatan bahwa untuk melihatnya, pengguna harus menginstalasi software tertentu yang sudah disiapkan link untuk menugnduhnya.

Untuk menutup-nutupinya, begitu software diinstalasi, halaman web benar-benar diarahkan ke situs YouTube yang asli. Pengunjung pun dapat menonton video tersebut dan tidak sadar bahwa komputernya telah diinfeksi program jahat yang membawa virus dan sejenisnya.

"Ini diarahkan begitu akurat dan tentu mengkhawatirkan. Jika saya melihat YouTube setiap hari, saya mungkin akan mengeklik salah satunya," ujar Jamz Yaneza, manajer riset ancaman untuk Trend Micro Inc. Taktik seperti ini tidaklah baru dan biasanya disebut phising. Namun, cara menjebaknya memanfaatkan rekayasa sosial yang semakin lihai.

Meski demikian, pengguna Internet masih dapat menghindari untuk mengantisipasinya. Paling mudah pastikan alamat web yang tampak di halaman browser adalah bener-benar situs yang tujuan, www.youtube.com. Jangan mudah tertarik iming-iming untuk membuka link dari spam atau sumber tak terpercaya.

0 comments:

Your Ad Here